Transistor adalah komponen semikonduktor yang berfungsi mengatur aliran arus listrik โ ibarat keran yang bisa membuka dan menutup aliran air, atau memperkuat arus yang lemah menjadi lebih kuat.
Memiliki tiga kaki utama: Basis (B), Kolektor (C), dan Emitor (E). Ada dua jenis utama: NPN dan PNP.
a) NPN โ paling banyak dipakai
Arus mengalir dari Kolektor ke Emitor. Basis diberi tegangan positif (+) agar transistor menyala.
b) PNP โ kebalikan dari NPN
Arus mengalir dari Emitor ke Kolektor. Basis diberi tegangan negatif atau diturunkan agar transistor menyala.
โข Saklar Elektronik: Menghidupkan/mematikan alat besar dengan sinyal kecil โ relay tanpa bergerak
โข Penguat Sinyal: Membuat suara lemah menjadi keras, sinyal radio makin kuat
โข Pengatur Arus: Menjaga arus tetap stabil sesuai kebutuhan rangkaian
โข Pembangkit Getaran: Menghasilkan sinyal berulang โ dipakai di pemancar, pelampung detak, dll
โข Pengubah Sinyal: Mengubah arus bolak-balik menjadi searah atau sebaliknya
Arus kecil yang masuk ke Basis mengatur arus besar yang mengalir dari Kolektor ke Emitor:
Ic = Arus Kolektor | Ib = Arus Basis | hFE / ฮฒ = Faktor Penguat
Tiga Kondisi Kerja:
โข Terhenti: Ib = 0 โ Ic = 0 โ tidak mengalir, seperti saklar mati โ
โข Aktif: Ic = Ib ร hFE โ arus diperkuat, bekerja sebagai penguat โก
โข Jenuh: Ib cukup besar โ Ic maksimum, seperti saklar hidup penuh โ
Angka yang menunjukkan seberapa kuat transistor memperkuat arus:
โข Transistor kecil sinyal โ hFE = 50 โ 300
โข Transistor daya โ hFE lebih kecil, 20 โ 100, karena harus lewat arus besar
โข Tidak sama persis tiap transistor, meskipun kode sama
โข Di rangkaian saklar, hFE diambil aman = 10 โ 20 kali saja agar pasti jenuh penuh
Paling sering dipakai โ mengendalikan beban besar dengan sinyal kecil:
a) NPN โ Beban di Kolektor:
Sumber (+) โ Beban โ Kolektor โ Emitor โ Sumber (-). Basis diberi (+) melalui resistor pembatas.
b) Menghitung Resistor Basis:
Angka 10 = pakai penguat aman agar pasti menyala penuh. 0,7V = tegangan jatuh Basis-Emitor.
Urutan kaki berbeda-beda tiap jenis, wajib cek datasheet atau buku kode! Beberapa susunan umum:
โข E โ B โ C โ paling umum
โข E โ C โ B
โข B โ C โ E
โข B โ E โ C
Jika terpasang terbalik โ transistor tidak rusak asal tidak dipaksa, tapi tidak bekerja. Pasang salah bisa langsung rusak jika arus besar.
Pakai multitester posisi dioda atau hambatan:
โข B ke E | B ke C โ satu arah kecil, arah terbalik besar โ
โข C ke E | E ke C โ kedua arah besar โ
โข Semua arah kecil โ tembus rusak โ
โข Semua arah besar โ putus rusak โ
โข Cek NPN/PNP: jika Basis positif โ NPN. Jika Basis negatif โ PNP.
Setiap transistor punya batas yang tidak boleh dilewati:
โข Ic Maks: arus maksimum yang boleh lewat โ 100mA, 1A, 3A, dst
โข Vce Maks: tegangan maksimum C ke E โ 25V, 60V, 100V, dst
โข Daya Maks: panas yang boleh ditahan โ 100mW, 1W, 10W, dst
โข Suhu: jika terlalu panas, pasang pendingin (sirip aluminium)
โข Daya melebihi batas โ transistor cepat panas, rusak, pecah
โข Sesuaikan Jenis: NPN atau PNP sesuai rangkaian
โข Sesuaikan Arus Ic: pilih 1,5โ2 kali arus beban agar aman
โข Sesuaikan Tegangan Vce: minimal 2 kali tegangan kerja
โข Sesuaikan hFE: untuk penguat cari tinggi, untuk saklar sedang saja sudah cukup
โข Frekuensi tinggi: pilih transistor khusus frekuensi tinggi, jangan pakai transistor daya biasa
โข Arus besar: pasang pendingin, jangan biarkan tanpa penutup
Banyak transistor NPN ada pasangan PNP yang sifatnya sama persis, dipakai berpasangan di rangkaian penguat:
โข BC547 (NPN) โ BC557 (PNP)
โข BC337 (NPN) โ BC327 (PNP)
โข TIP31 (NPN) โ TIP32 (PNP)
โข TIP41 (NPN) โ TIP42 (PNP)
Pasangan ini dipakai di penguat dorong-tarik, sehingga sinyal positif dan negatif sama-sama diperkuat.