Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi menyimpan muatan listrik sementara, seperti tangki air yang menampung air lalu mengalirkannya kembali saat dibutuhkan.
Satuan nilai kapasitor adalah Farad (F). Karena satuan ini terlalu besar, yang sering dipakai adalah mikrofarad (µF), nanofarad (nF), dan pikofarad (pF).
⢠Menyimpan dan melepaskan energi listrik
⢠Meloloskan arus bolak-balik (AC), menahan arus searah (DC)
⢠Meratakan tegangan agar tetap stabil
⢠Menghilangkan gangguan atau dengung pada rangkaian
⢠Membentuk rangkaian pewaktu bersama resistor
⢠Menyetel frekuensi pada pemancar dan penerima sinyal
a) Kapasitor Keramik
Bentuk kecil, murah, tidak punya kutub positif-negatif. Dipakai untuk rangkaian sinyal, frekuensi tinggi, dan penghilang gangguan.
b) Kapasitor Elektrolit / Elco
Bentuk tabung, punya kutub (+ dan -), nilai kapasitansi besar. Dipakai di catu daya untuk meratakan tegangan. Wajib dipasang sesuai kutub ā terbalik bisa meledak!
c) Kapasitor Film / Milar
Stabil, tahan panas, nilainya tidak mudah berubah. Dipakai pada rangkaian presisi, audio, dan alat ukur.
d) Kapasitor Tantalum
Bentuk kecil, punya kutub, kualitas lebih baik dari Elco. Nilainya stabil, dipakai di alat elektronik presisi seperti HP dan komputer.
e) Kapasitor Variabel
Nilainya bisa diubah-ubah dengan memutar sekrup. Dipakai untuk menyetel frekuensi pada radio pemancar dan penerima.
Kapasitor keramik biasanya tidak menulis satuan, pakai kode 3 angka:
3 Angka: 2 angka pertama = nilai, angka ke-3 = jumlah nol ā satuan pikofarad (pF)
Contoh: 104 ā 100.000 pF = 0,1 µF
Contoh: 223 ā 22.000 pF = 22 nF = 0,022 µF
Konversi Satuan:
1 Farad (F) = 1.000.000 µF
1 µF = 1.000 nF = 1.000.000 pF
1 nF = 1.000 pF
Di belakang kode angka sering ada huruf yang menunjukkan seberapa jauh nilai aslinya dari yang tertulis:
⢠J = ±5% | K = ±10% | M = ±20%
⢠Huruf lain seperti A, B, C, D, F menunjukkan toleransi lebih ketat untuk kapasitor presisi
⢠Tanpa huruf = biasanya dianggap ±20%
Setiap kapasitor punya batas tegangan yang boleh dilewati, misalnya: 6,3V, 10V, 16V, 25V, 50V, 100V, 400V.
⢠Tegangan rangkaian tidak boleh melebihi angka yang tertulis
⢠Jika dipasang tegangan terlalu tinggi ā kapasitor rusak, bocor, bahkan Elco bisa meledak
⢠Sebaiknya pilih kapasitor dengan tegangan kerja 1,5ā2 kali lebih tinggi dari tegangan yang dipakai agar aman dan awet
Kebalikan dari resistor!
a) Paralel ā nilai dijumlahkan, makin banyak makin besar:
b) Seri ā justru makin kecil:
c) Meningkatkan Tegangan Kerja
Pasang kapasitor sama nilainya secara seri ā tegangan tahan menjadi jumlah tegangan masing-masing. Tapi nilai kapasitansi menjadi setengahnya.
d) Rangkaian Campuran
Pisahkan dulu bagian yang seri dan yang paralel, hitung masing-masing, lalu gabungkan menjadi satu nilai total. Hampir semua rangkaian nyata menggunakan cara ini.
Kapasitor menahan arus bolak-balik sebesar tertentu tergantung frekuensinya, disebut reaktansi kapasitif (Xc):
f = frekuensi (Hertz) | C = kapasitansi (Farad)
⢠Frekuensi makin tinggi ā hambatan makin kecil ā arus makin mudah lewat
⢠Frekuensi 0 (DC) ā hambatan tak terhingga ā arus tidak lewat sama sekali
⢠Dipakai untuk memisahkan sinyal rendah dan tinggi, misalnya pada pembagi nada di pengeras suara
Kapasitor tidak langsung penuh, melainkan mengisi perlahan. Waktu yang dibutuhkan disebut Konstanta Waktu (Ļ):
R = hambatan (Ohm) | C = kapasitansi (Farad)
⢠Dalam waktu 1 Ć Ļ ā terisi sekitar 63%
⢠Dalam waktu 5 Ć Ļ ā dianggap sudah penuh terisi
⢠Lepas sumber listrik, muatan akan keluar perlahan melalui rangkaian
⢠Dipakai untuk membuat rangkaian pewaktu, lampu kedip, pembangkit getaran, dan pemicu otomatis
⢠Pada DC: setelah penuh terisi, arus berhenti mengalir sama sekali. Kapasitor memutus hubungan. Dipakai untuk memisahkan bagian yang tegangan kerjanya berbeda.
⢠Pada AC: karena arah arus berubah-ubah terus, kapasitor mengisi dan mengosongkan berulang kali ā seolah-olah arus lewat terus. Semakin tinggi frekuensinya, semakin mudah arus lewat.
a) Pakai Multitester Posisi Hambatan (Ohm):
⢠Jarum menyentuh ke kanan lalu perlahan kembali ke kiri ā Baik ā
⢠Jarum tidak bergerak sama sekali ā Putus / kering ā
⢠Jarum bergerak ke kanan dan tetap di sana ā Bocor / korslet ā
⢠Kembali ke kiri tapi tidak sampai nol ā Nilai turun ā
b) Pakai Alat Ukur Kapasitansi
Lebih akurat, langsung membaca nilai kapasitansi asli. Cocok untuk memastikan Elco sudah kering atau belum.
⢠Terpasang terbalik kutubnya ā Elco bengkak, meledak
⢠Tegangan melebihi batas ā panas, bocor, pecah
⢠Usia tua ā Elco mengering, nilai turun, alat jadi tidak stabil
⢠Panas berlebih ā nilai berubah, kinerja rangkaian menurun
⢠Kaki terlepas atau retak di pangkal ā tidak terhubung sama sekali
⢠Sesuaikan nilai kapasitansi ā jangan terlalu besar atau terlalu kecil
⢠Pilih tegangan kerja 1,5ā2 kali lipat dari tegangan yang dipakai
⢠Perhatikan jenisnya ā Elco untuk nilai besar & tegangan rendah, Keramik untuk sinyal & frekuensi tinggi
⢠Elco & Tantalum wajib dipasang sesuai tanda kutub (+ dan -)
⢠Untuk rangkaian audio & presisi ā pilih Milar atau Tantalum agar nilainya stabil
⢠Untuk menyetel frekuensi ā gunakan Kapasitor Variabel