← Kembali

⚡ Arus AC & DC

Memahami 2 jenis arus listrik

🔋 Arus Searah — DC

Arus yang mengalir hanya ke satu arah, dari kutub positif ke kutub negatif. Elektron bergerak terus ke satu tujuan tanpa berbalik arah.

Sumber DC:

• Baterai  • Aki  • Panel Surya  • Adaptor

💡 Hampir semua alat elektronik (HP, laptop, TV) bekerja memakai arus DC di dalamnya.

⚡ Arus Bolak-balik — AC

Arus yang berubah arah bolak-balik. Elektron bergerak maju lalu mundur lagi, seperti air pasang-surut. Pergantian arah terjadi 50 kali setiap detik.

Sumber AC:

• Listrik PLN  • Genset  • Inverter

💡 Di Indonesia frekuensinya 50 Hz — cocok untuk penyaluran jarak jauh.

📊 Perbedaan Singkat

🔋 DC

Arah: Tetap
Bisa disimpan: Ya
Jangkauan: Pendek
Trafo: Tidak bisa

⚡ AC

Arah: Bolak-balik
Bisa disimpan: Tidak langsung
Jangkauan: Jauh
Trafo: Bisa

✅ Kelebihan DC

✓ Tegangan stabil, aman untuk komponen halus

✓ Bisa disimpan di baterai untuk cadangan

✓ Tidak menimbulkan gangguan sinyal

✓ Lebih aman dibanding AC pada tegangan sama

⚠️ Kekurangannya: sulit dinaikkan tegangannya, boros energi jika disalurkan jauh.

✅ Kelebihan AC

✓ Mudah diubah tegangannya pakai trafo

✓ Bisa disalurkan ke jarak jauh dengan kerugian kecil

✓ Motor listrik berputar lebih sederhana & kuat

⚠️ Kekurangannya: lebih berbahaya, tidak bisa disimpan langsung, alat elektronik perlu diubah jadi DC dulu.

🔄 Bagaimana Keduanya Bekerja Bersama?

Listrik dari colokan dinding adalah AC. Di dalam alat (charger, TV, lampu) diubah jadi DC baru dipakai komponennya.

Alur: Pembangkit → Saluran (AC) → Rumah → Alat → Diubah jadi DC → Dipakai

📌 Ringkasnya: AC = pengantar jarak jauh, DC = pemakai & penyimpan di tempat.